Beberapa hari yang lalu aku cemburu sama kamu. hanya karena aku lihat ada 1 foto masih nangkring manis di ipodmu. beberapa hari rasanya seperti dicuekin kamu. Ditambah lagi hanya masalah sepele kamu mudah sekali marah. sedih sekali.. seperti dosaku menumpuk dihatimu. Semakin berkaca semakin membuat aku sedih dan marah. Hingga suatu malam saat melihat kembar kita terlelap tidur dalam senyum aku jadi memiliki energi baru. Bukan energi untuk menjauhimu, tapi justru energi untuk mendekati hatimu, memunguti hatimu yang mungkin masih banyak yang tersisa di tangannya.
Mungkin kamu banyak melewati hal-hal bersamanya yang tidak mudah melupakan begitu saja. Meninggalkan seseorang yang telah memberimu terlalu banyak memang suatu catatan besar bagimu, dan kendala besar bagiku. Tetapi menghadapi rasa cemburu itu, saya memiliki energi baru. Dia yang mendambamu, yang menginginkan duduk disampingmu, dan tidur disisimu seperti aku saat ini, mungkin belum pernah membayangkan apa yang aku alami saat ini.
Mungkin baginya hanya ada obsesi bersamamu, ada obsesi melihat senyummu. Tapi terbayangkah di benaknya bahwa untuk itu semua aku juga harus siap menghadapi omelanmu ketika aku lupa menyiapkan secangkir teh untuk pagimu. Tahukah ia kalau ternyata kamu tidak suka tidur dipeluk atau memeluk aku? Tahukah ia kalau kamu bakalan gak bisa tidur kalau aku terlalu banyak gerak? Apakah ia juga membayangkan kalau kamu gak suka kamar mandi kotor, tapi males diajak membersihkan kamar mandi? Untuk semua yang ia damba, aku pun membayarnya dengan hati dan tenaga. Apakah aku menyesal? tentu tidak, karena imbalannya pun luarrrr biasa indah, melihat senyum dan ucapan terima kasihmu setiap aku buatkan mie saja rasanya suatu berkah... Belum lagi pelukan dan bahu teguh setiap kali aku bersandar, atau telinga yang siap mendengarkan ocehan bodohku, menjadi anugerah yang tiada terkira..
Jadi untuk apa lagi aku meributkan kecemburuanku? Sementara 2 bidadariku menanti senyumku dan tawamu untuk mewarnai hari-hari mereka.. Sedangkan kamu masih setia disini, disisiku, menemaniku membesarkan buah hatiku...
Jadi untuk apa lagi aku cemburu?
Rasanya waktu untuk menyayangimu dan melihat tawamu jauh lebih berharga daripada waktu untuk mencemburui nya.. so, bubye blue..!! Time to cheer up..!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar