Subhanallah... Kakak... Maafin bunda yaaa... selama ini bunda baru tahu kalo kakak berdua ya di kandungan bunda... Bunda baru tahu setelah USG tanggal 28 kemarin. Pantesan waktu bunda ajak ngobrol kalian sering tendang-tendang bunda, rameee banget... Sekarang bunda bisa merasakan kehadiran kalian berdua... Matahari-matahari bunda... Tetep rukun-rukun ya naakk... Bunda akan terus berusaha supaya kalian tetap sehat terus, lahiran normal, berat badan proporsional... Maap kalo selama ini bunda tidak tahu ya nak... Maklum bunda belum berpengalaman, karena kehamilan pertama. Maap juga kalo sikap bunda banyak yang jelek dan tidak pantas untuk dicontoh anak-anak bunda.
Akung sama Ati seneeeeng banget waktu bunda kasih tahu kalo di kandungan bunda ada 2 janin yang sehat-sehat. Meski awalnya papa sama bunda sempat kaget dan shock, sekarang kita berdua bersiap menanti kelahiran kalian berdua. Uti sama Kakung di Ngawi juga seneeeng banget waktu dikasih tahu. Apalagi mami cella sama papi wima, mereka antusias sekali untuk ikut nungguin kalian lahir nanti... Tumbuh sehat dan cerdas ya sayang... Banyak yang berdo'a untuk kita bertiga...
Oh iya, bunda sama papa lagi survey USG 4D. Bunda sama papa pengen ngintip kalian berdua, pengen lihat kondisi kalian, kesehatan kalian. Jadi Papa sama Bunda gak khawatir ato cemas lagi sama keadaan kalian berdua. Mengingat badan bunda yang sangat mungil, kadang papa cemas, apa kalian baik-baik di tubuh bunda... hehehe... Tapi bunda yakin, kalian anak-anak bunda yang hebat... Dan tubuh bunda akan berkembang maksimal sehingga cukup untuk kalian berdua. ASI bunda akan keluar maksimal untuk mengenyangkan kalian berdua...
Tuhkan... Ada yang tendang-tendang perut bunda lagi... kalian bisa baca isi hati bunda ya nak?? ^_^v Pasti lagi denger suara keyboard bunda.... Eh, sebentar lagi papa mau jemput, kita siap-siap pulang yuuukk.. terus istirahat sambil liat film sama papa. Seperti favorit kita ber empat yaaa... Take care ya sayang... Bunda miss U all, so much.... ^_^v
Rabu, 05 Mei 2010
Jumat, 23 April 2010
Kakak (5) 26 Weeks
26 weeks.. wew.. kakak udah makin besar. tinggal 13 weeks lagi kakak hadir ke dunia, siap membentangkan sayap menyapa dunia. Bunda dan papa sudah gak sabar menanti kelahiran kakak. Meskipun dinamika kehidupan makin banyak dialami bunda dan papa. Semua perasaan seperti pelangi, nano-nano. Seneng, sedih, haru, bingung, semua berganti-ganti... indah sekali kak... Meskipun masih banyak rintangan yang harus bunda dan papa hadapi, namun bunda dan papa yakin, insyaallah kita bisa melewatinya... Selama kita tetap berusaha, berdo'a dan tawakal, Allah akan selalu memberi jalan keluar untuk setiap permasalahan kita... Dan bunda yakin, kakak tahu setiap inci apa yang bunda fikirkan dan alami, dan kakak paham dan belajar dari ini... Maaf kalau memang kadang bunda sedih, semoga kakak di dalam sana gak ikut tegang ya... tetep sehat-sehat ya kak... bunda tahu, kakak akan menjadi anak bunda yang kuat...
Bunda pernah berfikir, ketika kakak lahir ke dunia nanti, saat itulah bunda akan memiliki anak yang akan terbang bebas, bersama kedua sayap yang terbentang menyapa dan membantu dunia... Ingatkan bunda untuk selalu menjadi bunda yang hebat dan kuat ya kak... Bunda akan selalu membantu dan membimbing kakak, menunjukkan jalan berdasarkan pengalaman yang pernah bunda alami, yang akan sangat bermanfaat untuk kakak berjalan nantinya... Bunda akan berjalan dibelakang kakak, yang siap menopang kala jatuh dan mengobati luka kakak... Ingatkan bunda untuk selalu menjadi tegar ya kak... Bunda sayang kakak...
Bunda pernah berfikir, ketika kakak lahir ke dunia nanti, saat itulah bunda akan memiliki anak yang akan terbang bebas, bersama kedua sayap yang terbentang menyapa dan membantu dunia... Ingatkan bunda untuk selalu menjadi bunda yang hebat dan kuat ya kak... Bunda akan selalu membantu dan membimbing kakak, menunjukkan jalan berdasarkan pengalaman yang pernah bunda alami, yang akan sangat bermanfaat untuk kakak berjalan nantinya... Bunda akan berjalan dibelakang kakak, yang siap menopang kala jatuh dan mengobati luka kakak... Ingatkan bunda untuk selalu menjadi tegar ya kak... Bunda sayang kakak...
Kamis, 18 Maret 2010
Kakak (3)
Pertumbuhan kakak makin terasa di tubuh bunda. Punggung bunda sekarang bukan hanya pegel, tapi terasa nyut-nyut'an, sampe serasa kesemutan. Perut bunda udah terasa kalo ditendang-tendang kakak. Geli tapi menyenangkan... Sepertinya bunda butuh asupan kalsium yang lebih buat si kakak. Biar punggung bunda gak nyut-nyutan lagi, karena kalsiumnya diambil kakak. Tumbuh tinggi dan sehat ya kak... Sakit semua, aktifitas terganggu, tapi tetap terasa excited buat bunda... Mengandung kakak merupakan berkah tersendiri buat bunda... Makin pintar ya Kak, bunda tidak akan pernah berhenti untuk belajar... Belajar tentang tumbuh kembang kakak, belajar mengasuh kakak, belajar mengerti kakak... Bunda bersyukur masih terus diperkenankan untuk terus belajar... Kakak juga ya... kelak, jangan pernah lelah untuk selalu belajar... Belajar lah Kak... Belajar lah....
Senin, 01 Maret 2010
Kakak (2)
Alhamdulillah 4-5 hari ini bunda udah gak mual-mual lagi, Kak...! Semoga nafsu makan bunda bisa cepet kembali ya.. Biar kakak juga bisa dapat gizi yang lebih untuk tumbuh dan berkembang. Hari ini gigi bunda mulai nyut-nyut'an. Kaki kadang sudah mulai agak ngilu. Sepertinya kakak membutuhkan kalsium yang lebih ya... Nanti kalo bunda ke bidan, bunda coba mintain buat kakak ya... Biar kakak bisa tumbuh tinggi, sehat kayak Papa... Gpp kok sayang, bunda tidak akan mengeluh atau menyesal bila badan bunda sakit semua... Bunda bangga diberi kesempatan untuk mengandung kakak yang tidak takut untuk terus tumbuh dan berkembang... Bunda dan Papa akan berusaha sekuat tenaga, sebaik mungkin untuk mendidik dan membimbing kakak, bersiap menghadapi tantangan dunia, sayang... Jadi kakak, jangan pernah ragu menghadapi dunia kelak yaa... Bunda sama Papa akan selalu membantu kakak. Jangan lupa untuk selalu dekat sama Tuhan ya sayang... Kakak di dalam sana pasti masih bisa bercakap-cakap dengan Tuhan kan??! Jangan lelah untuk terus belajar ya sayang... Jangan pernah berhenti untuk berdo'a... Jadilah seorang kakak yang dapat memimpin adik-adikmu dan orang-orang disekelilingmu kelak... Bunda mencintaimu sayang... ^_^
Rabu, 03 Februari 2010
Rejeki Yang Bertubi-Tubi
Sungguh, speechless kalo inget-inget rejeki yang sudah dilimpahkan Allah beberapa bulan ini. Setelah gelap malam datang, maka cerah pagi pun suatu saat akan menyapa. Dan ketika panasnya siang sudah menyengat, maka tak lama lagi pertanda temaram sore akan menghampiri. Begitulah kehidupan. Setelah kehancuran dan rasa sakit yang bertubi-tubi, maka rejeki pun datang mengalir. Tanggal 25 September 2009 kemarin, akhirnya seluruh keluarga bisa bernafas lega, ada laki-laki yang datang melamar juga... Hilang sudah rasa was-was mereka kalau anak perempuannya akan menjadi perawan tua. hehe... Tanpa menunggu lama-lama diputuskan akad nikah dan resepsi tanggal 15 Oktober 2009. Gak sampe 1 bulan persiapan, semua serba dadakan, tarik kanan tarik kiri, alhasil acara berjalan lancar. Meskipun pasti ada kekurangan disana-sini, namun Alhamdulillah, resmilah sudah status berubah menjadi istri, nyonya, atau apalah sebutannya. Perubahan status berdampak sangat banyak. Mulai perubahan kebiasaan, perubahan suasana, yang jelas membutuhkan proses adaptasi yang sangat tidak mudah. Tapi tetap, semua proses kehidupan adalah nikmat dan rejeki yang tiada tara. 27 November 2009, datang lagi rejeki yang sangat-sangat ditunggu semua keluarga. Alhamdulillah, sudah dinyatakan positif, hamil 3 minggu. Allah benar-benar memberikan amanah yang luar biasa pada pernikahan kami. Tanpa di duga, datang bertubi-tubi, dan sangat-sangat luar biasa. Seluruh keluarga turut bahagia dan surpraise dengan berita tersebut. Seneng, tapi akibatnya banyak juga yang jadi bawel, karena rasa sayang dan perhatian yang tiada tara kepada calon buah hati kami. Sungguh, tak henti-hentinya kami bersyukur atas karunia yang tiada terduga. Entah Allah akan merencanakan apalagi. Tapi yang jelas, kembali, kami harus menghadapi proses dalam masa kehamilan. Dari mulai rasa mual yang tiada tara, pusing, sariawan, ngiludan keinginan yang tiba-tiba muncul dan cukup bikin repot semua anggota keluarga. Dan lagi-lagi, kami sedang menikmati proses ini. Berharap-harap cemas, kapan trisemester pertama terlewati, kapan bisa merasakan gerakannya di dalam rahim, kapan bisa mendengar tangis pertamanya, kapan bisa menyentuh kulit halusnya. Dan proses itu sedang kami lewati, lengkap dengan rejeki dan rintangannya. Satu lagi berita yang kami terima, yang menggembirakan sekaligus cukup bikin kelabakan. Bulan Desember 2009, agen perumahan memberikan kabar bahwa rumah yg dalam mimpi dan harapku akan dapat kami tinggali sudah jadi dan siap untuk wawancara di BTN, untuk proses selanjutnya. Bulan Januari 2010, perwakilan BTN survey ke kantor. Bulan Februari 2010 dijadwalkan untuk realisasi. Excited sekali ingin melihat rumah yang akan menjadi tempat kita dan keluarga berteduh. Cukup membuat kelabakan karena dana yang kami persiapkan tidak mencukupi untuk semua biaya perumahan, kehamilan dan kelak persalinan. Kami berserah, Allah maha kaya lagi maha mengetahui. Kita tidak pernah tahu rencana dan skenario Tuhan dibalik semua peristiwa. Tawakal kami jalani, dan berdo'a semoga kami mampu melewati setiap proses tersebut. Dengan segala ucapan syukur dan terima kasih, kami menyiapkan diri akan datangnya temaram sore dan gelap malam yang mungkin setiap saat akan menyapa kami kembali. Untuk sahabat, kerabat, sanak, saudara, handai taulan yang telah membantu kami dalam melewati setiap proses kehidupan, tak akan cukup rasa terima kasih kami sampaikan. Do'a dan dukungan kalian akan menjadi pondasi kami melangkah lebih jauh. Semoga rejeki yang datang bertubi-tubi tersebut tidak membuat kami lupa untuk bersyukur dan berterima kasih, hingga silap dan terjatuh ketika malam kembali datang. Semoga...
Jumat, 29 Januari 2010
Kakak (1)
Kakak... Hari ini bunda pengen banget maem yang asem-asem. Mangga muda, rujak gobet. Orang bilang ngidam kayaknya... Tapi buat bunda cuma biar gak mual aja... Kasihan kakak, kalo bunda muntah-muntah terus. Nanti asupan gizi buat kakak jadi berkurang banyak. Harusnya kemarin bunda udah check up lagi ke bidan. Tapi karena Papa pulangnya malam, belum jadi deh ke bidannya. Jadi kakak belum dapat vitamin lagi. Tapi bunda sekarang rutin kok minum susu nya. Do'ain rejeki bunda sama papa lancar ya sayang... Biar bunda gak telat beli vitamin sama susu nya buat kakak. Biar bunda bisa maem terus, buat kakak... Biar bunda bisa bantu eyang beli belanjaan. Kasihan eyang sayang, sekarang pengeluarannya jadi banyak karena harus masak terus tiap hari buat bunda sama kakak. Suatu hari nanti, kakak bantu eyang di Surabaya sama eyang di Ngawi yaaa... Kakak jadi anak yang berbakti... ^_^ Kita berdo'a bareng ya sayang....
Jumat, 22 Januari 2010
A Friend in Need is A Friend Indeed
"Sahabat". Kata-kata itu berputar di otakku beberapa hari ini. Seperti migrain yang membandel. Beberapa kejadian bersama sahabat satu persatu membayang di ingatan. Mulai dari hal yang paling membahagiakan hingga hal yang paling menyakitkan. Some people says "a friend in need is a friend indeed". Kata-kata itu seperti menohok ulu hatiku. Tak dapat dipungkiri, perjalananku hingga sampai disini tak akan pernah bisa tanpa campur tangan aneka warna dari sahabat-sahabatku. Mereka menggoreskan tintanya masing-masing, warnanya sendiri-sendiri dalam sebuah album perjalanan hidupku. Namun belakangan, aku menemui hal-hal yang masih sangat sulit untuk kuterima tentang sahabat. Yaaach... meskipun ada yang bilang, menerima kehadiran seorang sahabat jangan hanya disaat suka, namun harus bisa menerimanya di saat sakit. Well, okay, that's the point I could understand. Ketika mereka terjatuh, terluka, menangis, mungkin dengan tangan terbuka aku siap menerima mereka, menjadi sahabat tempat mereka mencurahkan keluh-kesah. Tapi bagaimana bila berada dalam posisi seorang sahabat yang menusuk sahabatnya, seorang teman yang melukai hati temannya, seorang teman yang membohongi temannya yang lain hanya demi masalah sepele. That's the point I still try to understand. Rasa marah, benci, kecewa berbaur dalam rasa penyesalan dan ketiada berdayaanku. Di satu sisi aku berusaha memahami mereka melakukan itu dengan alasan, yang mungkin tidak perlu aku mengerti atau aku pahami. Tapi disisi lain hatiku berontak, how could you???!! Ini terjadi tidak hanya sekali atau dua kali. Beberapa kali melintas dalam goresan hidupku. Meskipun aku berusaha memahami keadaan mereka, tapi dalam hatiku masih belum dapat menerima alasan-alasan itu. Mungkin memang tidak perlu dipertanyakan mengapa dan bagaimana. Tapi cukup take it or leave it. Than which one I should choose?? Just take it??? Menerima begitu saja rasa sakit yang tidak bisa dipungkiri masih bercokol dalam di hati...??? or Leave it??? heeeyyy.... we've been together for such a long time, that I can't erase them as easy as I walk away and wave my hand. Mungkin memang dibutuhkan waktu yang entah sampai kapan aku dapat hanya menerima tanpa harus bertanya mengapa dan bagaimana. All I can do is try the best I can do... fiiuuuhh... So, anyone can help me??
Langganan:
Postingan (Atom)