Selasa, 28 April 2009
Dedicated to my Bro.
Aku seperti menanti ajal. Menghitung detik demi detik akan hancurnya sebuah jaman. Melihat di depan mata malaikat pencabut nyawa siap bertugas. Aku bertanya, apa yang harus aku lakukan..?? Apakah usahaku kurang maksimal untuk sebuah perjuangan? Aku terkesiap dalam dilema. Antara berontak dan pasrah. Tanpa tahu apa yang harus dilakukan... Aku tak ingin menyalahkan. Aku tak ingin memerintah. Tapi perjuangan seperti terbentur tembok besar. Menyelesaikan misi yang tak mungkin terselesaikan. Menghadapi masalah yang pasti akan ada di depan mata. Melihat Singa lapar siap mendekat, tanpa pisau tanpa senjata. Tanpa teman, mereka lari, asik sendiri... Dan aku hanya bisa menanti... mencari batu untuk senjata... dan berdo'a. *sigh*
Kamis, 23 April 2009
Dalam Diam dan Gelap
Aku berjalan dalam diam
Meresapi kesunyian
Menghanyut dalam senyap
Mengupas lara
Aku bergeliat dalam gelap
mencecap duka
meraba asa
tersenyum pada tawa
Aku berawal dari diam
Mendengar tiap untai kata
Meresapi suara
Aku bermula dari gelap
mengerjap pada cahaya
menguntai tiap titiknya
Aku ingin merasa
tiap duka... tiap tawa
tiap lara... tiap asa
dan aku akan berjalan dalam diam
Meresapi kesunyian
Menghanyut dalam senyap
Mengupas lara
Aku bergeliat dalam gelap
mencecap duka
meraba asa
tersenyum pada tawa
Aku berawal dari diam
Mendengar tiap untai kata
Meresapi suara
Aku bermula dari gelap
mengerjap pada cahaya
menguntai tiap titiknya
Aku ingin merasa
tiap duka... tiap tawa
tiap lara... tiap asa
dan aku akan berjalan dalam diam
Senin, 13 April 2009
Dark Blue
My heart badly broken
by the untruth
And the pain is killing me
In the darkest night
No matter how...
The truth always find its own way
Everytime the truth revealed
my hearth is tortured
My heart badly broken
by the untruth
by the untruth
And the pain is killing me
In the darkest night
No matter how...
The truth always find its own way
Everytime the truth revealed
my hearth is tortured
My heart badly broken
by the untruth
Langganan:
Postingan (Atom)