
Setelah lama gak pernah nulis lagi, hari ini dipaksa lagi untuk menulis. Pemaksaan untuk menulis ini berawal dari seorang teman nanyain apakah FS ku masih aktif ato gak... Akhirnya jari dan otak bergerak seirama untuk mencoba buka FS lagi, karena dah lama gak melihat perkembangan FS. Setelah dibuka, ada beberapa message dan comment yang masuk. Yang bikin tercengang, sewaktu buka comment dari seorang sahabat. Ternyata.... itu sahabat dari jaman aku SMP dulu.. Kita sempat satu kelas, waktu kelas 3, dan jadi teman sebangku... itu juga gara-gara kita berdua mempunyai tubuh paling mungil di kelas, alhasil dipaksa pindah duduk satu bangku di jajaran paling depan... hehe... Seorang sahabat yang suka keluyuran malam untuk latihan pencak silat. Dengan tangan yang jauh dari halus khas seorang perempuan... tangannya keras, kapalan... gara-gara kebanyakan latihan pencak silat... tapi itulah sosoknya, mungil, cerdas, spontan, dan menyenangkan... Setelah ketemu di FS, tercengang waktu lihat foto-fotonya. Jauh dari kesan tomboynya dulu... udah menimang seorang bayi... make up di wajah... anting yang feminin... baju yang warna-warni... kaca mata hitam membuat penampilan makin kelihatan up to date dan metropolis... hehe...
Sempat terlintas dalam fikiran, wah... alangkah banyak perubahannya setelah lebih dari 12 tahun tidak bersua... Apakah benar dia yang banyak berubah?? Ataukah memang aku yang sudah berubah?? Kata Henry David Thoreau, Walden (1970), "Things do not change, we change" Oleh karena itulah kita memandang suatu yang berbeda, menganggapnya sebagai perubahan... mungkin... tapi itulah dinamika...
Sahabat....
Banyak hal yang akhir-akhir ini aku temukan tentang sahabat-sahabatku... Yang akhirnya bermuara pada satu kata, indahnya kehidupan... indahnya persahabatan...
Dulu... aku selalu tidak pernah merasa percaya diri ditengah-tengah sahabat-sahabatku... Sejak mulai masuk TK, aku sudah mulai merasa minder bila harus mengeluarkan pendapat didepan orang lain... Malu bila harus maju ke depan untuk menyanyi. Bahkan ketika uang sakuku yang waktu itu cuma Rp.25 hilang pun, aku tidak berani bicara atau bertanya, dan hanya bisa duduk diam di bangku sambil melihat teman-temanku yang lain beli jajan. Masuk SD pun begitu. Meski sudah mulai bersosialisasi, selalu ada hal-hal yang membuat aku trauma. Meskipun tidak pernah menghalangiku untuk berprestasi, tapi aku tidak pernah punya sahabat... bahkan menjadi korban bullying sudah akrab denganku.. Tapi untungnya, aku orang yang keras kepala. Meski minder, aku juga tidak pernah mau mendengarkan omongan orang.. hehe... So, bullying tidak terlalu mempengaruhiku dalam berprestasi. Duduk di bangku SMP aku mulai punya sahabat yang selalu duduk 1 bangku, selalu belajar bersama. Kalau orang lain bilang, tidak ada orang yang setelaten aku, bisa berteman dengan anak tersebut. Menginjak kelas 3 SMP, kita dipisah kelas, karena ada sistem kelas prestasi. Pengelompokan kembali ke dalam kelas-kelas favorit. Anak-anak yang paling pintar, masuk ke 3A - 3B, begitu berturut-turut hingga 3H. Dan di 3B inilah aku duduk sebangku dengan Handri, teman yang pendekar silat itu... hehe...
Bahkan hingga duduk di bangku SMU, aku masih belum benar-benar mengetahui arti sahabat. Di SMU sahabat-sahabatku mulai banyak. Tapi tetap, mereka selalu mengenalku sebagai anak yang pendiam, tapi keras kepala. Aku tidak pernah peduli ketika teman-teman melarangku bergaul dengan seorang yang kata mereka Playboy... Bahkan aku juga tidak peduli ketika seorang temanku ada yang merasa sakit hati ketika aku dekat dengan cowok incerannya.. hehe.. maklum SMU... padahal, tidak ada kamus pacaran di otak ku pada saat itu... bahkan aku gak pernah ngeh kalau ada anak PDKT, kalo tidak teman-temanku yang heboh... ah... tapi romansa SMU selalu indah... masa-masa paling menyenangkan... Tapi yaaa... pada saat itu, sahabat bagiku hanya orang-orang yang dekat ketika mereka merasa nyaman... The end of the year, is the end of the friendship... habis massa SMU pasti juga sudah lupa gak tahu kemana.. sibuk dengan hidup masing-masing... dan kembali, aku tidak terlalu peduli...
Tapi, kembali.. aku dibuat tercengang ketika lebaran kemarin seorang teman SMU tiba-tiba sms dan bilang mau maen ke rumah... meskipun sempat lupa alamat rumahku, tapi yaaa... akhirnya nyampe juga... Dan dia masih inget dengan detil-detilnya ketika dia suka bercanda, saling olok dan biasanya hanya kutanggapi dengan senyum... kita memang 1 kelas. Tapi jarang berdiskusi ato bertegur sapa... Paling cuma ketika dia habis latihan maen band, dan aku habis latihan pramuka, kita gak sengaja ketemu trus dia suka becanda... anaknya memang periang... Dan yang bikin aku ketawa, ketika dia bilang, "dulu kamu orang yang paling dingin kalo aku godain, wid.." hahaha... sumpah... itu pengakuan terjujur yang aku terima... Dia memang suka becanda, dan biasanya aku menanggapi candaannya hanya dengan senyum... Dari ceritanya, aku mendengar banyak hal yang makin membuat aku tercengang tentang sahabat-sahabatku dulu... ada yang minggat dari rumah, ada yang terdampar jadi loper koran pdhl dulu dia anak orang yang kaya di daerahnya, ada yang jadi polisi pdhl dia dulu suka cabut waktu pelajaran... haha... begitu indah dan menyenangkan memiliki sahabat... Mengenangnya saja sudah membuatku tersenyum, dan merangkai kata sebanyak ini, apalagi kembali berada ditengah-tengah mereka... Pasti jauh lebih menyenangkan...
Aku tidak pernah menyangka... memiliki sahabat ternyata begituuuu indah...
Semenjak lepas SMU, hingga hari ini, rasa percaya diriku semakin bertambah.. aku tidak lagi merasa minder untuk berbicara ditengah-tengah sahabat-sahabatku.. Bahkan aku merasa bahagia ketika mereka mendengar apa yang aku bicarakan.. aku merasa berguna ketika mereka melakukan apa yang aku sarankan... merasa dihargai ketika mereka menanggapi pembicaraanku... dan aku... lengkaplah artiku sebagai makhluk sosial berkat mereka... tanpa mereka, mungkin aku tidak akan pernah tahu betapa berartinya berada diantara orang-orang yang tetap sayang meskipun tidak bertalian darah...
Terima kasih sahabat.... terima kasih untuk setiap tetes tinta yang engkau coretkan dalam lembar perjalananku... terima kasih untuk setiap tetes airmata yang engkau tumpahkan dalam mengiringi hariku... terima kasih untuk setiap derai tawa dalam ruang kehidupanku... terima kasih untuk setiap langkah yang telah kita lewati dalam merenda jiwa... terima kasih... terima kasih...
Sahabat....
Banyak hal yang akhir-akhir ini aku temukan tentang sahabat-sahabatku... Yang akhirnya bermuara pada satu kata, indahnya kehidupan... indahnya persahabatan...
Dulu... aku selalu tidak pernah merasa percaya diri ditengah-tengah sahabat-sahabatku... Sejak mulai masuk TK, aku sudah mulai merasa minder bila harus mengeluarkan pendapat didepan orang lain... Malu bila harus maju ke depan untuk menyanyi. Bahkan ketika uang sakuku yang waktu itu cuma Rp.25 hilang pun, aku tidak berani bicara atau bertanya, dan hanya bisa duduk diam di bangku sambil melihat teman-temanku yang lain beli jajan. Masuk SD pun begitu. Meski sudah mulai bersosialisasi, selalu ada hal-hal yang membuat aku trauma. Meskipun tidak pernah menghalangiku untuk berprestasi, tapi aku tidak pernah punya sahabat... bahkan menjadi korban bullying sudah akrab denganku.. Tapi untungnya, aku orang yang keras kepala. Meski minder, aku juga tidak pernah mau mendengarkan omongan orang.. hehe... So, bullying tidak terlalu mempengaruhiku dalam berprestasi. Duduk di bangku SMP aku mulai punya sahabat yang selalu duduk 1 bangku, selalu belajar bersama. Kalau orang lain bilang, tidak ada orang yang setelaten aku, bisa berteman dengan anak tersebut. Menginjak kelas 3 SMP, kita dipisah kelas, karena ada sistem kelas prestasi. Pengelompokan kembali ke dalam kelas-kelas favorit. Anak-anak yang paling pintar, masuk ke 3A - 3B, begitu berturut-turut hingga 3H. Dan di 3B inilah aku duduk sebangku dengan Handri, teman yang pendekar silat itu... hehe...
Bahkan hingga duduk di bangku SMU, aku masih belum benar-benar mengetahui arti sahabat. Di SMU sahabat-sahabatku mulai banyak. Tapi tetap, mereka selalu mengenalku sebagai anak yang pendiam, tapi keras kepala. Aku tidak pernah peduli ketika teman-teman melarangku bergaul dengan seorang yang kata mereka Playboy... Bahkan aku juga tidak peduli ketika seorang temanku ada yang merasa sakit hati ketika aku dekat dengan cowok incerannya.. hehe.. maklum SMU... padahal, tidak ada kamus pacaran di otak ku pada saat itu... bahkan aku gak pernah ngeh kalau ada anak PDKT, kalo tidak teman-temanku yang heboh... ah... tapi romansa SMU selalu indah... masa-masa paling menyenangkan... Tapi yaaa... pada saat itu, sahabat bagiku hanya orang-orang yang dekat ketika mereka merasa nyaman... The end of the year, is the end of the friendship... habis massa SMU pasti juga sudah lupa gak tahu kemana.. sibuk dengan hidup masing-masing... dan kembali, aku tidak terlalu peduli...
Tapi, kembali.. aku dibuat tercengang ketika lebaran kemarin seorang teman SMU tiba-tiba sms dan bilang mau maen ke rumah... meskipun sempat lupa alamat rumahku, tapi yaaa... akhirnya nyampe juga... Dan dia masih inget dengan detil-detilnya ketika dia suka bercanda, saling olok dan biasanya hanya kutanggapi dengan senyum... kita memang 1 kelas. Tapi jarang berdiskusi ato bertegur sapa... Paling cuma ketika dia habis latihan maen band, dan aku habis latihan pramuka, kita gak sengaja ketemu trus dia suka becanda... anaknya memang periang... Dan yang bikin aku ketawa, ketika dia bilang, "dulu kamu orang yang paling dingin kalo aku godain, wid.." hahaha... sumpah... itu pengakuan terjujur yang aku terima... Dia memang suka becanda, dan biasanya aku menanggapi candaannya hanya dengan senyum... Dari ceritanya, aku mendengar banyak hal yang makin membuat aku tercengang tentang sahabat-sahabatku dulu... ada yang minggat dari rumah, ada yang terdampar jadi loper koran pdhl dulu dia anak orang yang kaya di daerahnya, ada yang jadi polisi pdhl dia dulu suka cabut waktu pelajaran... haha... begitu indah dan menyenangkan memiliki sahabat... Mengenangnya saja sudah membuatku tersenyum, dan merangkai kata sebanyak ini, apalagi kembali berada ditengah-tengah mereka... Pasti jauh lebih menyenangkan...
Aku tidak pernah menyangka... memiliki sahabat ternyata begituuuu indah...
Semenjak lepas SMU, hingga hari ini, rasa percaya diriku semakin bertambah.. aku tidak lagi merasa minder untuk berbicara ditengah-tengah sahabat-sahabatku.. Bahkan aku merasa bahagia ketika mereka mendengar apa yang aku bicarakan.. aku merasa berguna ketika mereka melakukan apa yang aku sarankan... merasa dihargai ketika mereka menanggapi pembicaraanku... dan aku... lengkaplah artiku sebagai makhluk sosial berkat mereka... tanpa mereka, mungkin aku tidak akan pernah tahu betapa berartinya berada diantara orang-orang yang tetap sayang meskipun tidak bertalian darah...
Terima kasih sahabat.... terima kasih untuk setiap tetes tinta yang engkau coretkan dalam lembar perjalananku... terima kasih untuk setiap tetes airmata yang engkau tumpahkan dalam mengiringi hariku... terima kasih untuk setiap derai tawa dalam ruang kehidupanku... terima kasih untuk setiap langkah yang telah kita lewati dalam merenda jiwa... terima kasih... terima kasih...