Rabu, 03 Februari 2010
Rejeki Yang Bertubi-Tubi
Sungguh, speechless kalo inget-inget rejeki yang sudah dilimpahkan Allah beberapa bulan ini. Setelah gelap malam datang, maka cerah pagi pun suatu saat akan menyapa. Dan ketika panasnya siang sudah menyengat, maka tak lama lagi pertanda temaram sore akan menghampiri. Begitulah kehidupan. Setelah kehancuran dan rasa sakit yang bertubi-tubi, maka rejeki pun datang mengalir. Tanggal 25 September 2009 kemarin, akhirnya seluruh keluarga bisa bernafas lega, ada laki-laki yang datang melamar juga... Hilang sudah rasa was-was mereka kalau anak perempuannya akan menjadi perawan tua. hehe... Tanpa menunggu lama-lama diputuskan akad nikah dan resepsi tanggal 15 Oktober 2009. Gak sampe 1 bulan persiapan, semua serba dadakan, tarik kanan tarik kiri, alhasil acara berjalan lancar. Meskipun pasti ada kekurangan disana-sini, namun Alhamdulillah, resmilah sudah status berubah menjadi istri, nyonya, atau apalah sebutannya. Perubahan status berdampak sangat banyak. Mulai perubahan kebiasaan, perubahan suasana, yang jelas membutuhkan proses adaptasi yang sangat tidak mudah. Tapi tetap, semua proses kehidupan adalah nikmat dan rejeki yang tiada tara. 27 November 2009, datang lagi rejeki yang sangat-sangat ditunggu semua keluarga. Alhamdulillah, sudah dinyatakan positif, hamil 3 minggu. Allah benar-benar memberikan amanah yang luar biasa pada pernikahan kami. Tanpa di duga, datang bertubi-tubi, dan sangat-sangat luar biasa. Seluruh keluarga turut bahagia dan surpraise dengan berita tersebut. Seneng, tapi akibatnya banyak juga yang jadi bawel, karena rasa sayang dan perhatian yang tiada tara kepada calon buah hati kami. Sungguh, tak henti-hentinya kami bersyukur atas karunia yang tiada terduga. Entah Allah akan merencanakan apalagi. Tapi yang jelas, kembali, kami harus menghadapi proses dalam masa kehamilan. Dari mulai rasa mual yang tiada tara, pusing, sariawan, ngiludan keinginan yang tiba-tiba muncul dan cukup bikin repot semua anggota keluarga. Dan lagi-lagi, kami sedang menikmati proses ini. Berharap-harap cemas, kapan trisemester pertama terlewati, kapan bisa merasakan gerakannya di dalam rahim, kapan bisa mendengar tangis pertamanya, kapan bisa menyentuh kulit halusnya. Dan proses itu sedang kami lewati, lengkap dengan rejeki dan rintangannya. Satu lagi berita yang kami terima, yang menggembirakan sekaligus cukup bikin kelabakan. Bulan Desember 2009, agen perumahan memberikan kabar bahwa rumah yg dalam mimpi dan harapku akan dapat kami tinggali sudah jadi dan siap untuk wawancara di BTN, untuk proses selanjutnya. Bulan Januari 2010, perwakilan BTN survey ke kantor. Bulan Februari 2010 dijadwalkan untuk realisasi. Excited sekali ingin melihat rumah yang akan menjadi tempat kita dan keluarga berteduh. Cukup membuat kelabakan karena dana yang kami persiapkan tidak mencukupi untuk semua biaya perumahan, kehamilan dan kelak persalinan. Kami berserah, Allah maha kaya lagi maha mengetahui. Kita tidak pernah tahu rencana dan skenario Tuhan dibalik semua peristiwa. Tawakal kami jalani, dan berdo'a semoga kami mampu melewati setiap proses tersebut. Dengan segala ucapan syukur dan terima kasih, kami menyiapkan diri akan datangnya temaram sore dan gelap malam yang mungkin setiap saat akan menyapa kami kembali. Untuk sahabat, kerabat, sanak, saudara, handai taulan yang telah membantu kami dalam melewati setiap proses kehidupan, tak akan cukup rasa terima kasih kami sampaikan. Do'a dan dukungan kalian akan menjadi pondasi kami melangkah lebih jauh. Semoga rejeki yang datang bertubi-tubi tersebut tidak membuat kami lupa untuk bersyukur dan berterima kasih, hingga silap dan terjatuh ketika malam kembali datang. Semoga...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar