Senin, 23 November 2009

When Everythings move forward


Hari ini sepertinya dunia berputar begitu cepatnya, hingga aku merasa tertinggal dibelakang. Sendiri, terkucilkan... Aku seperti tak lagi mampu mengejar ketertinggalan itu... Sahabat-sahabatku yang dulu bersama mereka aku berjalan, berlari dan meraih mimpi, kini sepertinya tak lagi ada... Mereka kian cepat berlari, hingga tanpa mereka sadari telah mendorongku jatuh, dan terluka... aku tidak sedang menyesali keadaan... aku hanya ingin berbincang dengan hatiku... apa yang harus aku lakukan, bagaimana aku bisa berdiri dan mengobati luka... pernahkan kamu merasa sahabat-sahabatmu menusukmu? apa yang kamu rasakan ketika sahabat-sahabatmu mulai melupakanmu? Apa yang akan kamu lakukan jika sahabat-sahabatmu tak lagi memerlukanmu? fiuuhh... and still a lot of stupid questions around my head... yach... mungkin memang bukan mereka yang berubah, tapi aku lah yang tak lagi seperti dulu. Tak ada tembok memagariku, tak ada jurang memisahkanku, tapi hati lah yang kian menjadi lebih sensitive dan perasa. tidak... bukan mereka, bukan pula hati yang mesti dipersalahkan... ini hanyalah sebuah fase... ini hanyalah sebuah langkah dari keadaan... kita telah mengambil keputusan, dan ini adalah sebuah akibat dari keputusan itu... dan luka?? hanya sebagian kecil dari akibat... tidak, sahabat... tidak... rasa sakit itu memang ada... dan itu nyata terasa... tidak... tidak... tidak ada yang perlu dipersalahkan...
yang aku butuhkan saat ini hanya mengatur nafas, dan degup jantung... menghela nafas panjang... luka itu akan segera terobati... terkadang menyembunyikan rasa sakit dan munafik hanya selaksa benang tipis jaring laba-laba... aku tak ingin menjadi munafik... rasa sakit ini memang nyata terasa... tapi aku tak mau rasa sakit ini turut membuatmu kian terluka dan berprasangka buruk... tidak... jangan diperparah keadaan ini... cukup... biarkan aku mengatur langkah dan bernafas... biarkan aku diam sejenak... dan melangkah dalam diam ku.... melangkah... dalam diamku....

1 komentar:

wiwid mengatakan...

mungkin, inilah pelangi persahabatan... ada warna terang, ada pula warna gelap... dan dengan ini, dengan kehadirannya dengan segala kesan persahabatan yang dia torehkan, lengkaplah warna-warni pelangi persahabatanku... Dan akhirnya aku merasa, perasaan dibutuhkan sekaligus dicampakkan seorang sahabat. Perasaan dihargai sekaligus dikhianati seorang sahabat. Inilah liku keadaan yang akan memperlengkap kamus kehidupanku, bekal aku melangkah lebih jauh... however, thanks for everything... thank you... very much...