Jumat, 12 Juni 2009
Silent
Kenyataan bahwa kadang aku harus menutup kedua mata dan telingaku dari segala hal di masa lalu. Mendengar dan melihat semua itu, seperti kembali menapaki jalan berkerikil yang tajam. Seperti menelan pil pahit dengan menutup hidung. Manusia memang sering sibuk dengan dirinya sendiri.. sibuk dengan hatinya, kebahagiaannya... Aku mencoba melangkah, mengabaikan hatiku. Karena ia telah terlalu hancur, hingga nafas pun tersengal. Terlalu banyak pil pahit yang harus ku telan, hingga membuatku kehabisan nafas, menutup hidung. Air mata kembali bersembunyi, saat ini aku ingin melihat orang lain bahagia. Saat ini aku ingin segera menyudahi perasaan sakit, bukan hanya sakitku, tapi sakit mereka. Kalau memang aku harus menghentikan detak jantung kebahagiaanku untuk itu, sekuat hati aku ingin melakukannya... bodoh mungkin... tapi aku sudah terlalu penat untuk menghiraukan kebodohan itu... Batu itu tajam dan terlalu banyak... aku hanya bisa melangkah dalam kepasrahan Illahi. Aku ingin merengkuh kebahagiaan itu melalui kebahagiaan dan senyum mereka. Mungkin bukan hanya untuk mereka, juga untuk diriku sendiri.. untuk aku... untuk diriku...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar