Selasa, 28 April 2009
Dedicated to my Bro.
Aku seperti menanti ajal. Menghitung detik demi detik akan hancurnya sebuah jaman. Melihat di depan mata malaikat pencabut nyawa siap bertugas. Aku bertanya, apa yang harus aku lakukan..?? Apakah usahaku kurang maksimal untuk sebuah perjuangan? Aku terkesiap dalam dilema. Antara berontak dan pasrah. Tanpa tahu apa yang harus dilakukan... Aku tak ingin menyalahkan. Aku tak ingin memerintah. Tapi perjuangan seperti terbentur tembok besar. Menyelesaikan misi yang tak mungkin terselesaikan. Menghadapi masalah yang pasti akan ada di depan mata. Melihat Singa lapar siap mendekat, tanpa pisau tanpa senjata. Tanpa teman, mereka lari, asik sendiri... Dan aku hanya bisa menanti... mencari batu untuk senjata... dan berdo'a. *sigh*
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar