Annastacia dan Sagita. Begitulah aku menyebutnya. Dua orang sahabat bersahabat yang berkomitmen untuk saling menjaga. Annastacia, adalah bukan nama sebenarnya. Annas, teman-teman yang lain menyebutnya. Karena terlalu imut dan mungil, aku lebih suka menyebutnya Annastacia. Jenis kelamin aslinya adalah laki-laki. Murni Laki-laki. Seorang laki-laki yang memiliki tingkat intelegensi sedikit lebih tinggi dibanding sahabatnya, Sagita. Laki-laki dengan perawakan kecil, mungil, dan tatanan rambut emo habis... Sedang sahabatnya, Sagita memiliki nama lengkap Satwa Sagita. Teman-teman yang lain lebih suka memanggil Gowok/Wowok. Nama panggilan antar laki-laki, menurutku. Untuk menghormati nama pemberian orang tuanya, aku lebih suka memanggil Sagita daripada Satwa. Tentu dengan jenis kelamin laki-laki. Sahabat yang satu ini, memiliki tingkat kekuatan tubuh sedikit lebih tinggi dibanding sahabatnya, Annas. Laki-laki yang sering kurang percaya diri dengan kemampuan dirinya. Padahal, apabila dia sedikit lebih percaya diri, kemampuannya pun tak kalah dari sahabatnya. Lebih suka mengerjakan pekerjaan lapangan, daripada harus berkutat di kantor dengan compile-compile dan install-install yang membuat kepala pusing. Berbeda dengan annas yang lebih suka berkutat di depan komputer demi mempelajari routing-routing baru meski badan makin kurus dan tifus setia mengintai. Meskipun secara kasat mata dua bersahabat tersebut berbeda, namun mereka kompak dan seolah berkomitmen untuk saling menjaga. Annas tidak akan tega meninggalkan kantor, jika yang ada di kantor hanya Sagita sendirian. Sagita yang mudah bingung dan demam mendadak jika menerima komplain customer akan sangat terbantu dengan kehadiran Annas. Dan Sagita pun tidak akan meninggalkan kantor, jika giliran Annas lembur di kantor. Annas yang penakut akan merasa sangat aman jika ada Sagita di kantor. Sagita yang selalu merasa kurang percaya diri, akan selalu merasa nyaman bertanya kepada Annas jika menemui kesulitan pada tugas-tugas kantornya, daripada harus diolok-olok habis-habisan sama teman-teman yang lain. Jika Sagita mendapat jatah giliran membawa pulang sepeda motor kantor, dia akan bersedia mengantarkan Annas pulang ke kost terlebih dahulu. Kekompakan mereka tidak berhenti disitu. Jikalau anak-anak yang lain lebih suka saling menjadi lawan kalau maen game komputer, mereka lebih suka bersekutu dalam game melawan komputer. Dan Annas tak segan berteriak meminta bantuan, jika lawan mulai mengganas di game. Sagita pun akan berlari sekuat tenaga demi menolong sahabatnya yang terjepit diserang lawan. Jangan salah duga. Persahabatan mereka adalah murni persahabatan. Bukan hubungan yang diwarnai asmara... heuheu... murni persahabatan. Terbukti, masing-masing telah memiliki gebetan masing-masing, yang dua-duanya adalah murni berjenis kelamin wanita. Layaknya kakak beradik, perasaan saling menjaga mereka adalah suatu komitmen yang tak pernah perlu untuk diucapkan...
Selasa, 18 Maret 2008
Balada Dua Orang Sahabat
Annastacia dan Sagita. Begitulah aku menyebutnya. Dua orang sahabat bersahabat yang berkomitmen untuk saling menjaga. Annastacia, adalah bukan nama sebenarnya. Annas, teman-teman yang lain menyebutnya. Karena terlalu imut dan mungil, aku lebih suka menyebutnya Annastacia. Jenis kelamin aslinya adalah laki-laki. Murni Laki-laki. Seorang laki-laki yang memiliki tingkat intelegensi sedikit lebih tinggi dibanding sahabatnya, Sagita. Laki-laki dengan perawakan kecil, mungil, dan tatanan rambut emo habis... Sedang sahabatnya, Sagita memiliki nama lengkap Satwa Sagita. Teman-teman yang lain lebih suka memanggil Gowok/Wowok. Nama panggilan antar laki-laki, menurutku. Untuk menghormati nama pemberian orang tuanya, aku lebih suka memanggil Sagita daripada Satwa. Tentu dengan jenis kelamin laki-laki. Sahabat yang satu ini, memiliki tingkat kekuatan tubuh sedikit lebih tinggi dibanding sahabatnya, Annas. Laki-laki yang sering kurang percaya diri dengan kemampuan dirinya. Padahal, apabila dia sedikit lebih percaya diri, kemampuannya pun tak kalah dari sahabatnya. Lebih suka mengerjakan pekerjaan lapangan, daripada harus berkutat di kantor dengan compile-compile dan install-install yang membuat kepala pusing. Berbeda dengan annas yang lebih suka berkutat di depan komputer demi mempelajari routing-routing baru meski badan makin kurus dan tifus setia mengintai. Meskipun secara kasat mata dua bersahabat tersebut berbeda, namun mereka kompak dan seolah berkomitmen untuk saling menjaga. Annas tidak akan tega meninggalkan kantor, jika yang ada di kantor hanya Sagita sendirian. Sagita yang mudah bingung dan demam mendadak jika menerima komplain customer akan sangat terbantu dengan kehadiran Annas. Dan Sagita pun tidak akan meninggalkan kantor, jika giliran Annas lembur di kantor. Annas yang penakut akan merasa sangat aman jika ada Sagita di kantor. Sagita yang selalu merasa kurang percaya diri, akan selalu merasa nyaman bertanya kepada Annas jika menemui kesulitan pada tugas-tugas kantornya, daripada harus diolok-olok habis-habisan sama teman-teman yang lain. Jika Sagita mendapat jatah giliran membawa pulang sepeda motor kantor, dia akan bersedia mengantarkan Annas pulang ke kost terlebih dahulu. Kekompakan mereka tidak berhenti disitu. Jikalau anak-anak yang lain lebih suka saling menjadi lawan kalau maen game komputer, mereka lebih suka bersekutu dalam game melawan komputer. Dan Annas tak segan berteriak meminta bantuan, jika lawan mulai mengganas di game. Sagita pun akan berlari sekuat tenaga demi menolong sahabatnya yang terjepit diserang lawan. Jangan salah duga. Persahabatan mereka adalah murni persahabatan. Bukan hubungan yang diwarnai asmara... heuheu... murni persahabatan. Terbukti, masing-masing telah memiliki gebetan masing-masing, yang dua-duanya adalah murni berjenis kelamin wanita. Layaknya kakak beradik, perasaan saling menjaga mereka adalah suatu komitmen yang tak pernah perlu untuk diucapkan...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar